Siapakah Aku?
Ada seorang tetangga yang memberikan bibit kepada seorang petani, tetangganya yang memiliki tanah yang lebih luas. Sambil menyerahkan bibit itu, dia berkata"Ini bibit pohon. Tapi aku tidak tahu pohon apa ini. Aku beli di taman buah. Kata yang menjual, jika kita pandai merawatnya, pasti berbuah lebat."
Lalu sang petani menerimanya dengan penuh suka cita.
Ditanamnya bibit pohon itu, setiap pagi dan sore di siramnya. Setiap sebulan sekali digemburkan tanah di sekitarnya dan diberinya pupuk yang terbaik. Dalam waktu senggangnya, dicabuti rumput dan gulma pengganggu di sekitar pohon itu.
Waktu berselang, pohon itu tumbuh subur dan cantik.
Tetapi sepanjang hidup dari pohon tersebut, sang tetangga yang memberi bibit, selalu mengungkit-ungkit kebaikannya, karena sudah memberikan bibit pada sang petani. Bahkan sering kali melakukan tindakan yang bisa mematikan pohon tersebut dan sang petani.
... Tapi berkat ketelatenan dan kesabaran sang petani, pohon itu tumbuh subur dan berbuah lebat. Buahnya sangat lezat.
Saking lebatnya buah, sang petani bisa berbagi dengan semua orang di kampungnya, bahkan menjualnya di kampung sebelah.
Hal ini membuat si tetangga pemberi bibit menjadi berang. Dia mewajibkan sang petani untuk memberikan semua hasil penjualan buah tersebut padanya.
Sang petani dengan ikhlas memberikan apa yang diminta tetangganya. Sampai pada suatu hari, si tetangga meminta kembali pohonnya. Dan petanipun dengan penuh keikhlasan memberikan kembali pohon itu pada si tetangga.
Sang tetanggapun tertawa puas. Dan, tanpa rasa malu berkata pada setiap orang bahwa pohon itu memang dia yang memberikan pada sang petani. Sehingga dia berhak mengambilnya kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar